Sabtu, 07 Juli 2012

Pangkas Lemak ala Jam Biologis


Memangkas bobot tubuh bukan hanya memilih atau bahkan mengurangi porsi makanan yang dikonsumsi. Ada tiga hal penting yang jika dilakukan dengan tepat sesuai waktu biologis akan membantu mempermudah proses pelangsingan.
1. Kurangnya waktu tidur: sebuah studi yang dilakukan di Finlandia mengungkapkan, seseorang yang mengalami kesulitan tidur cenderung lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Kurang tidur berpengaruh terhadap pembentukan ghrelin, sebuah hormon yang mengirim sinyal lapar dari organ pencernaan ke dalam otak. 



2. Hindari makan sebelum tidur: pastikan untuk tidak lagi menyentuh makanan paling tidak tiga jam sebelum tidur. Makan sebelum tidur dapat meningkatkan temperatur tubuh, naiknya kadar gula darah dan insulin, dan juga menghambat pelepasan melatonin, serta menurunkan pelepasan hormon pertumbuhan.
3. Sarapan satu jam setelah bangun tidur: nah, ini dia yang juga tak kalah penting. Sarapan bukanlah hal yang sepele. Justru sarapan merupakan metode ampuh untuk membatasi diri melahap makanan yan berlebihan saat makan siang. Di samping itu, sarapan sebenarnya merupakan sumber energi awal yang digunakan tubuh untuk beraktivitas.
Kian Langsing dengan HDI Trimee II 

HDI Trimee II meng andung chitosan yang terbukti secara medis mampu mengikat lemak yang ada didalam perut. Lemak yang tidak dapat diserap oleh usus dan akan dikeluarkan. Penelitian menunjukkan bahwa sekelompok orang yang mengonsumsi chitosan selama 6 bulan, berat badannya berkurang sebanyak 16 kg sedangkan pada sekelompok orang yang tidak mengonsumsi chitosan hanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 11 kg. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi chitosan akan meningkatkan pengeluaran lemak 7 kali lebih banyak bila dibandingkan dengan mengonsumsi jenis serat lainnya.
Selain itu, dengan mengonsumsi HDI Trimee II Anda tidak perlu khawatir akan efek sampinya. Produk ini justru mampu membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung . Chitosan memiliki kemampuan untuk mengurangi LDL (kolesterol jahat), meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan mengurangi tingkat kolesterol dalam darah. Jurnal Gizi Klinik Amerika ( The American Journal of Clinical Nutrition ) melaporkan bahwa chitosan terbukti memiliki efektifitas yang sama dengan cholestryramine (obat penurun kolesterol) pada mamalia dalam mengontrol tingkat kolesterol darah tetapi tidak menyebabkan efek samping seperti yang ditimbulkan oleh cholestryramine. Mengurangi penyerapan asam empedu dan kolesterol, membantu mengurangi resiko penyakit jantung. 
Sumber: www.hdindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar